Masjidil Haram Direnovasi, Kuoto Haji Indonesia Dikurangi Hingga Tahun 2016

Oleh : Redaksi  |  Reply

Palembang, ReAl Post – Dikarenakan kondisi masjidil haram yang masih dalam tahap renovasi, maka pemangkasan kuota Calon Jemaah Haji Indonesia (CJH) berpotensi hingga ke tahun 2016 mendatang. Dan dari pemangkasan tersebut kemungkinan berimbas pada terjadinya penumpukan jemaah setelah habisnya ketetapan dari pemangkasan yang telah ditetapkan sebanyak 20 persen.

Seperti yang diungkapkan Kasubag Humas dan KUB Kanwil Kemenag Sumsel, Saefudin Latief mengatakan bahwa memang ada kemungkinan pemangkasan ini hingga sampai ke tahun 2016 mendatang atas dasar pertimbangan yaitu perkiraan kondisi di Arab Saudi baru rampung renovasi hingga tahun tersebut.

“Itu kan kebijakan pemerintah arab saudi memang seperti itu, kita hanya mengikuti saja. Sebenarnya dari kementrian agama Indonesia telah melakukan negosiasi agar pemangkasan tersebut hanya 10 persen saja. Namun apa boleh buat telah ditolak, namun kemungkinan juga setelah tahun 2016 atau setelah selesai direnovasi maka kuota jemaah haji akan ditambah dari sebelumnya atau melebihi dari kuota dasarnya,”ujar saefuddin ketika ditemui di Kemenag Sumsel, Jumat (28/6).

Dikatakannya bahwa dari kementrian agama Pusat itu hanya mengirimkan surat saja berdasarkan porsi yang ada. Misalnya saja yang mestinya 200 namun ternyata harus 1 hingga 100 saja , maka yang 1 hingga 100 tersebut yang dilakukan pada tahun depan.

Sementara untuk haji lansia 75 tahun keatas yang sebelumnya tidak diberangkatkan, info terbaru bisa diberangkatkan mengingat di arab saudi telah dibuatkan lintasan kursi roda khusus bagi lansia tersebut.

“Namun itu lansia bukan yang 83 tahun keatas yang diluar kuota pada waktu lalu, kalau yang 83 tahun plus diluar kuota itu memang sudah final untuk tidak diberangkatkan. Ini baru pembicaraan mentri agama dan belum dalam bentuk surat,”ungkapnya.

Untuk jumlah jemaah haji Sumsel yang diatas 75 tahun, Saefuddin mengatakan bahwa pihaknya belum mendata secara menyeluruh. Setelah ada informasi itu, maka kemungkinan yang 75 Tahun keatas ini bisa diberangkatkan.

“Jemaah yang diatas 75 tahun ini belum didata secara keseluruhan. Data yang ada saat ini bahwa kabupaten lahat terdapat 5 Jemaah, Muaraenim 14, OKUT ada 7, Ogan Ilir ada 3, Pagaralam 15, Musi Rawas 7, Muba 11, Prabumulih 10, Linggau 6 dan OKI ada 15 jemaah, ini data yang ada saat ini,”bebernya.

Kalau dikatakan dampak dari pemangkasan ini pasti ada, sambungnya, karena akan ada penghitungan ulang terutama soal biaya operasional termasuk penerbangan, pemondokan, katering dan transportasi jemaah.

“Untuk Nasional kita ini rugi sampai Rp 800Milyar lebih karena sudah dibayarkan secara keseluruhan sebelum kabar pemangkasan itu. Namun, alhamdulilah info dari kerajaan arab bahwa biaya itu akan dikembalikan, atau dimasukkan ke jemaah yang mendatang. Jadi pemerintah Arab saudi menerima sesuai dengan yang datang kesana atau sesuai dengan yang diberangkatkan saja,”pungkasnya.

Text : Ria
Editor : Iir Sugiarto

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan