22 September – 1 Oktober Pelaksanaan ISG, Sumsel Tunggu Kepres

Oleh : Redaksi  |  Reply

Palembang, ReAL Post – Islamic Solidarity Games (ISG) yang merupakan event internasional dalam bidang olahraga akan dilaksanakan disumsel pada 22 September hingga 1 Oktober mendatang, masih menunggu Keputusan Presiden terkait penunjukkan Sumsel sebagai tuan rumah event tersebut.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan bahwa pihaknya meminta adanya Kepres tersebut dalam kurun waktu seminggu kedepan. Dikatakan Alex bahwa Kepres tersebut merupakan dasar penunjukkan kerja, landasan dan payung hukum penting dalam pelaksanaan Islamic Solidarity Games ini.

“Kalau sudah ada Kepres maka artinya sudah bisa dilakukan penunjukkan langsung untuk pengerjaannya dimana itu menjadi landasan kami bekerja karena berkaitan dengan anggaran. Kalau tidak ada Kepresnya berarti kita tidak bisa claim kalau kita itu ditunjuk sebagai tuan rumah ISG ini. Minggu depan itu paling lambat sudah ada, kalau tidak ada susah juga karena waktu sudah mepet,”katanya usai rapat koordinasi dalam rangka pelaksanaan Islamic Solidarity Games di Griya Agung, Senin (8/7).

Dikatakan Alex bahwa apapun yang menjadi konsekwensinya tetap harus dihadapi dan melaksanakan ISG ini pada 22 September hingga 1 Oktober mendatang. Pihaknya meminta tim dari Dispora untuk di invetarisir dan penunjukkan akan tanggung jawab masing-masing pekerjaan yang diberikan. Dana dari pusat yang sebelumnya dianggarkan sebanyak Rp 200Milyar namun menurun menjadi Rp 131 Milyar, hal ini pasti tidak cukup, oleh karena itu pihaknya akan menambahkan dana dari APBD Sumsel.

“Kita pakai dana pendamping, saat ini kita sudah mulai kerja. Untuk besaran dana pendamping itu sedang kita hitung-hitung, kita sebagian sudah mulai kerjakan misalnya rehab venues yang memang sudah dianggarkan dari dulu. Misalkan untuk lebih memperkuat venues, mempercantik dan lain sebagainya. Nah untuk pekerjaan yang lebih besar lagi, maka ditenderkan makanya diperlukan Kepres yang dimaksud,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua umum KOI (Komite Olahraga Internasional) yang juga sebagai Ketua Pelaksana ISG, Rita Subowo mengatakan bahwa kedatangganya tak lain adalah untuk berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Sumsel terkait pelaksanaan ISG yang diundur menjadi tanggal 22 September hingga 1 Oktober mendatang.

“Kami didampingi Deputi 5 menkokesra dan Deputi 5 Menpora bekerjasama dengan gubernur Sumsel serta jajaran untuk melakukan koordinasi. Intinya Sumsel ini ditunjuk menjadi tuan rumah ISG, pada prinsipnya tidak keberatan dengan jadi tuan rumah ini, namun mereka (gubernur-red)minta Kepres dalam satu minggu ini,”ujarnya.

Untuk kepres sudah akan dipersiapkan sehingga dapat dikejar persiapan-persiapan disini melalui Kepres tersebut. Sebagai ketua pelaksana pihaknya tetap bekerjasama dengan pemerintah dan apapun yang diputuskan nanti, pihaknya akan tetap melaksanakan.

“Dengan Sumsel ini kita pernah kerjasama waktu seagmes lalu dimana saya sebagai ketua pelaksana inasoc. Kita akan ulangi kerjasama itu, hanya sifatnya saja yang berbeda dimana sekarang jumlah cabornya lebih sedikit yaitu 14 Cabor namun ruang lingkup pesertanya lebih besar. Karena bukan hanya regional ataupun kontinal, ini bentuknya dunia. Namun, yang harus diingat adalah walaupun ini namanya Islamic Solidarity Games, ini merupakan games persahabatan seluruh dunia yang pesertanya tidak hanya beragama islam tapi semua agama bisa ikut serta,”pungkasnya.

Text : Ria
Editor : Iir Sugiarto

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan